Minggu, 06 September 2015

AYO CUCI TANGAN PAKAI SABUN!

“Kakak, bolehkah minta sabunnya?”ujar Adi, siswa MI Nurul Jannah yang sedang berbaris, minta izin sebelum mereka kemudian praktik cuci tangan pakai sabun. “Ayo adik-adik, setelah semuanya mendapatkan sabun di tangannya, kita basahi dulu tangannya ya, lalu kita praktikkan 6 langkah cuci tangan pakai sabun ya, masih ingat lagu nya yang tadi di nyanyikan bersama?” ujarku semangat sambil mengangkatkan tangan dan memulai bernyanyi…“ada enam langkah untuk cuci tangan, mulai dari depan sampai kebelakang, sela-sela jari, buku-buku jari, jempolnya, kukunya, lalu dibersihkan.  Setelah asyik bernyanyi dan praktik CTPS, mereka kembali ke kran-kran air mencuci tangan hingga bersih. Senang betul melihat mereka bergembira. Itulah sepotong kejadian saat kami menggelar promosi cuci tangan pakai sabun di MI Nurul Jannah Bekasi, 24 Agustus 2014 lalu.
***
Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk  lebih dari 230 juta jiwa. Namun saat ini derajat kesehatan di Indonesia masih rendah. Lihat angka kematian itu: 359 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan angka kematian bayi 280 per 100.000 kelahiran hidup. Sedang snggaran pemerintah untuk kesehatan di Indonesia hanya sekitar 2,5 persen APBN dari 5 persen anggaran yang distandarkan oleh WHO.
Kesehatan merupakan hak dasar yang diperlukan oleh setiap orang. Apabila masyarakat termasuk anak-anak Indonesia tidak sehat maka bangsa ini akan terhambat untuk menjadi negara yang terus maju dalam segala bidang. Anak-anak terhambat belajar, bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, pemerintah perlu menggandeng berbagai pihak untuk mewujudkan Indonesia yang sehat. Masyarakat Indonesia harus berdaya!
Rumah Cita Kita (RCK) merupakan sebuah gerakan komunitas yang terinspirasi untuk turut berkontribusi mewujudkan Indonesia sehat. Motto RCK: We Care, We Share, We Inspire, We Empower. RCK merupakan kumpulan pemuda yang ingin melakukan gerakan perubahan. Kami melakukan kegiatan sosial di sela-sela jadwal kegiatan kuliah dan liburan semester. Kegiatan kami titik-beratkan pada upaya promotif (promosi kesehatan) dan preventif (pencegahan).
RCK mengajak masyarakat dengan mempromosikan kesehatan serta memberdayakan masyarakat dalam upaya pencegahan terhadap penyakit. Promosi dan pemeriksaan kesehatan dilakukan pada lintas usia (anak-anak, remaja dan dewasa serta lansia). Materi promosi yang wajib dilakukan salah satunya, memberikan penyuluhan kesehatan berupa cuci tangan pakai sabun (CTPS).
Mengapa CTPS dan PHBS penting?
Data menunjukan bahwa BERSIH dan SEHAT di rumah tangga hanya 32.3 persen. Angka ini memprihatinkan untuk kategori pencapaian kesehatan dasar. Hal ini menunjukkan, masyarakat Indonesia belum memiliki kesadaran untuk berperilaku hidup sehat.
Data riset kesehatan dasar 2013 menyebut, proporsi penduduk berperilaku cuci tangan secara benar hanya 47 persen. Artinya, lebih dari separuh masyarakat kita belum mengetahui dan menerapkan bagaimana mencuci tangan secara benar. Padahal, mencuci tangan secara benar, salah satu indikator perilaku hidup bersih-sehat.
Cuci tangan yang benar adalah mencuci menggunakan air mengalir (bersih) dan menggunakan sabun, bukan dengan mencelupkan tangan di dalam kobokan. Tangan yang dicuci pada air mengalir menghanyutkan bakteri pembawa penyakit yang ditindas mati oleh sabun. Tangan bersih setelah dicuci pakai sabun mampu mencegah berbagai macam penyakit menular. Tangan akan steril. Sebaliknya, tangan kotor adalah sarang bakteri penyebab penyakit.
Sasaran kami dalam mempromosikan CTPS adalah anak dan remaja di sekolah beserta guru agar dapat membantu mengawasi dan mengajari para muridnya. Promosi kesehatan CTPS kami memegang prinsip: cuci tangan itu asyik. Tujuannya, agar anak senang dalam mempraktikkannya dan nyaman melakukannya.
Kegiatan CTPS dibagi ke dalam dua sesi: di dalam dan di luar ruangan. Prinsip menyenangkan itu kami turunkan dalam materi yang diberikan dengan cara membuat slide dan video yang ringan tetapi kaya isi. Kemudian kami menjelaskan pentingnya CTPS, waktunya kapan, dan mudaratnya jika tidak CTPS.
Kegiatan lain dari promosi kesehatan CTPS yang paling menyenangkan adalah melakukan latihan praktik bersama-sama sambil bernyanyi enam langkah CTPS. Kami mengaransemen syair lagu “Pelangi-pelangi” ke dalam lagu enam langkah CTPS. Hal ini kami lakukan sebagai upaya agar anak lebih mudah memahami cara-cara cuci tangan pakai sabun. Dan terbukti anak-anak selalu senang dan menjadi bersemangat, gembira dan antusias mencuci tangan pakai sabun.
Selanjutnya untuk mengevaluasi pemahaman anak tentang enam langkah CTPS, kami membuatkan permainan yang menyenangkan. Permainan yang digelar di luar ruangan. Permainan didesain sendiri oleh tim kami. Salah satu permainan yang kami desain adalah puzzle langkah-langah CTPS dan susun gambar urutan enam langkah CTPS pada anak-anak. Permainan ini disukai anak-anak.
Untuk memudahkan aktivitas, peserta dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing grup didampingi oleh tim RCK selaku fasilitator. Kami mempraktikkan langsung dengan menggunakan sabun dan air mengalir dan tentu saja kami malakukannya masih sambil bernyanyi.
Hingga kini, RCK telah mempromosikan CTPS di beberapa tempat, diantaranya: SD Negeri Kaligintung, Kulonprogo, Yogyakarta, PAUD dan SD di Pondok Pesantren Al-Kamilah Garut, MIS YAPIS Bogor, SLB Negeri Bekasi Jaya, SLB Surya Wiyata Bekasi, SLB Fillial Negeri Bekasi Jaya, SLB Al Gaffar Guchany Bekasi, MI Nurul Jannah Bekasi, PAUD dampingan kader Kp. Pejaten Pasar Minggu, dan SMP/SMA Al Muhajirin Cianjur.
Rencana terdekat, kami akan mempromosikan kesehatan kepada anak, remaja dan orang tua  di Yayasan Pendidikan Sunan Bonang, tepatnya di Situbondo, Jawa Timur pertengahan Januari 2015. Kami melakukan kegiatan ini tentunya tidak sendiri. Selain dari team relawan yang sampai sekarang hampir 30 orang, kami juga bekerja sama dengan beberapa lembaga/organisasi yakni Makelar Sedekah, Rumah Zakat, Ilmu Berbagi, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan CSR PT.Denso (WAFCA Indonesia).
Kami selalu menggelar evaluasi diakhir kegiatan tentang upaya yang telah kami lakukan untuk promosi kesehatan. Sampai saat ini, tercatat telah ada 800 peserta promosi kesehatan usia anak dan remaja. Tentunya jumlah tersebut masih sedikit dibanding dengan jumlah anak dan remaja di Indonesia. Tetapi kami akan terus bekerja.
Besar sekali harapan kami, kegiatan beginian bisa terselenggara secara berkesinambungan dan cakupannya lebih luas. Sebab, hal ini sangat bermanfaat bagi anak-anak di seluruh Nusantara untuk mewujudkan generasi sehat dan cerdas yang membudayakan promotif dan preventif dalam kesehatan.
Kami juga berharap dapat memiliki lebih banyak lagi tangan (lembaga/organisasi/komunitas) yang mau bekerjasama dengan kami untuk bergerak melakukan perubahan menuju Indonesia sehat, guna mencerdaskan anak bangsa. Lewat tulisan ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, mari biarkan anak-anak berkreativitas dan beraktivitas bebas, bahkan berani untuk kotor. Tapi jangan lupa setelah itu, Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun! 
Let’s create #brightfuture

Tidak ada komentar:

Posting Komentar