“Kakak, bolehkah minta sabunnya?”ujar Adi, siswa MI Nurul Jannah yang
sedang berbaris, minta izin sebelum mereka kemudian praktik cuci tangan pakai
sabun. “Ayo adik-adik, setelah semuanya mendapatkan sabun di tangannya, kita
basahi dulu tangannya ya, lalu kita praktikkan 6 langkah cuci tangan pakai
sabun ya, masih ingat lagu nya yang tadi di nyanyikan bersama?” ujarku semangat
sambil mengangkatkan tangan dan memulai bernyanyi…“ada enam langkah untuk cuci
tangan, mulai dari depan sampai kebelakang, sela-sela jari, buku-buku jari,
jempolnya, kukunya, lalu dibersihkan. Setelah
asyik bernyanyi dan praktik CTPS, mereka kembali ke kran-kran air mencuci
tangan hingga bersih. Senang betul melihat mereka bergembira. Itulah sepotong
kejadian saat kami menggelar promosi cuci tangan pakai sabun di MI Nurul Jannah
Bekasi, 24 Agustus 2014 lalu.
***
Indonesia merupakan
negara besar dengan jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa. Namun saat
ini derajat kesehatan di Indonesia masih rendah. Lihat angka kematian itu: 359
per 100.000 kelahiran hidup sedangkan angka kematian bayi 280 per 100.000
kelahiran hidup. Sedang snggaran pemerintah untuk kesehatan di Indonesia hanya
sekitar 2,5 persen APBN dari 5 persen anggaran yang distandarkan oleh WHO.
Kesehatan merupakan
hak dasar yang diperlukan oleh setiap orang. Apabila masyarakat termasuk
anak-anak Indonesia tidak sehat maka bangsa ini akan terhambat untuk menjadi
negara yang terus maju dalam segala bidang. Anak-anak terhambat belajar,
bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Pemerintah tidak bisa
bergerak sendiri, pemerintah perlu menggandeng berbagai pihak untuk mewujudkan
Indonesia yang sehat. Masyarakat Indonesia harus berdaya!
Rumah Cita Kita
(RCK) merupakan sebuah gerakan komunitas yang terinspirasi untuk turut
berkontribusi mewujudkan Indonesia sehat. Motto RCK: We Care, We Share, We Inspire, We Empower. RCK merupakan kumpulan pemuda yang ingin melakukan
gerakan perubahan. Kami melakukan kegiatan sosial di sela-sela jadwal kegiatan
kuliah dan liburan semester. Kegiatan kami titik-beratkan pada upaya promotif
(promosi kesehatan) dan preventif (pencegahan).
RCK mengajak
masyarakat dengan mempromosikan kesehatan serta memberdayakan masyarakat dalam
upaya pencegahan terhadap penyakit. Promosi dan pemeriksaan kesehatan dilakukan
pada lintas usia (anak-anak, remaja dan dewasa serta lansia). Materi promosi
yang wajib dilakukan salah satunya, memberikan penyuluhan kesehatan berupa cuci
tangan pakai sabun (CTPS).
Mengapa CTPS dan
PHBS penting?
Data menunjukan
bahwa BERSIH dan SEHAT di rumah tangga hanya 32.3 persen. Angka ini
memprihatinkan untuk kategori pencapaian kesehatan dasar. Hal ini menunjukkan,
masyarakat Indonesia belum memiliki kesadaran untuk berperilaku hidup sehat.
Data riset kesehatan
dasar 2013 menyebut, proporsi penduduk berperilaku cuci tangan secara benar
hanya 47 persen. Artinya, lebih dari separuh masyarakat kita belum mengetahui
dan menerapkan bagaimana mencuci tangan secara benar. Padahal, mencuci tangan secara
benar, salah satu indikator perilaku hidup bersih-sehat.
Cuci tangan yang
benar adalah mencuci menggunakan air mengalir (bersih) dan menggunakan sabun,
bukan dengan mencelupkan tangan di dalam kobokan. Tangan yang dicuci pada air
mengalir menghanyutkan bakteri pembawa penyakit yang ditindas mati oleh sabun.
Tangan bersih setelah dicuci pakai sabun mampu mencegah berbagai macam penyakit
menular. Tangan akan steril. Sebaliknya, tangan kotor adalah sarang bakteri
penyebab penyakit.
Sasaran kami dalam
mempromosikan CTPS adalah anak dan remaja di sekolah beserta guru agar dapat
membantu mengawasi dan mengajari para muridnya. Promosi kesehatan CTPS kami
memegang prinsip: cuci tangan itu asyik. Tujuannya, agar anak senang dalam
mempraktikkannya dan nyaman melakukannya.
Kegiatan CTPS dibagi
ke dalam dua sesi: di dalam dan di luar ruangan. Prinsip menyenangkan itu kami
turunkan dalam materi yang diberikan dengan cara membuat slide dan video yang
ringan tetapi kaya isi. Kemudian kami menjelaskan pentingnya CTPS, waktunya
kapan, dan mudaratnya jika tidak CTPS.
Kegiatan lain dari
promosi kesehatan CTPS yang paling menyenangkan adalah melakukan latihan
praktik bersama-sama sambil bernyanyi enam langkah CTPS. Kami mengaransemen
syair lagu “Pelangi-pelangi” ke dalam lagu enam langkah CTPS. Hal ini kami
lakukan sebagai upaya agar anak lebih mudah memahami cara-cara cuci tangan
pakai sabun. Dan terbukti anak-anak selalu senang dan menjadi bersemangat,
gembira dan antusias mencuci tangan pakai sabun.
Selanjutnya untuk mengevaluasi
pemahaman anak tentang enam langkah CTPS, kami membuatkan permainan yang
menyenangkan. Permainan yang digelar di luar ruangan. Permainan didesain
sendiri oleh tim kami. Salah satu permainan yang kami desain adalah puzzle langkah-langah CTPS dan susun
gambar urutan enam langkah CTPS pada anak-anak. Permainan ini disukai
anak-anak.
Untuk memudahkan
aktivitas, peserta dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing grup didampingi
oleh tim RCK selaku fasilitator. Kami mempraktikkan langsung dengan menggunakan
sabun dan air mengalir dan tentu saja kami malakukannya masih sambil bernyanyi.
Hingga kini, RCK
telah mempromosikan CTPS di beberapa tempat, diantaranya: SD Negeri
Kaligintung, Kulonprogo, Yogyakarta, PAUD dan SD di Pondok Pesantren Al-Kamilah
Garut, MIS YAPIS Bogor, SLB Negeri Bekasi Jaya, SLB Surya Wiyata Bekasi, SLB
Fillial Negeri Bekasi Jaya, SLB Al Gaffar Guchany Bekasi, MI Nurul Jannah
Bekasi, PAUD dampingan kader Kp. Pejaten Pasar Minggu, dan SMP/SMA Al Muhajirin
Cianjur.
Rencana terdekat, kami
akan mempromosikan kesehatan kepada anak, remaja dan orang tua di Yayasan
Pendidikan Sunan Bonang, tepatnya di Situbondo, Jawa Timur pertengahan Januari
2015. Kami melakukan kegiatan ini tentunya tidak sendiri. Selain dari team
relawan yang sampai sekarang hampir 30 orang, kami juga bekerja sama dengan
beberapa lembaga/organisasi yakni Makelar Sedekah, Rumah Zakat, Ilmu Berbagi,
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan CSR PT.Denso
(WAFCA Indonesia).
Kami selalu
menggelar evaluasi diakhir kegiatan tentang upaya yang telah kami lakukan untuk
promosi kesehatan. Sampai saat ini, tercatat telah ada 800 peserta promosi
kesehatan usia anak dan remaja. Tentunya jumlah tersebut masih sedikit
dibanding dengan jumlah anak dan remaja di Indonesia. Tetapi kami akan terus
bekerja.
Besar sekali harapan
kami, kegiatan beginian bisa terselenggara secara berkesinambungan dan
cakupannya lebih luas. Sebab, hal ini sangat bermanfaat bagi anak-anak di
seluruh Nusantara untuk mewujudkan generasi sehat dan cerdas yang membudayakan
promotif dan preventif dalam kesehatan.
Kami juga berharap
dapat memiliki lebih banyak lagi tangan (lembaga/organisasi/komunitas) yang mau
bekerjasama dengan kami untuk bergerak melakukan perubahan menuju Indonesia
sehat, guna mencerdaskan anak bangsa. Lewat tulisan ini, kami mengajak seluruh
elemen masyarakat, mari biarkan anak-anak berkreativitas dan beraktivitas
bebas, bahkan berani untuk kotor. Tapi jangan lupa setelah itu, Ayo Cuci Tangan
Pakai Sabun!
Let’s create #brightfuture
Tidak ada komentar:
Posting Komentar